Alhamdulillah Yes, I’m Married!

 

Menikah itu . . .

2

Alhamdulillah wasyukurillah saya sudah menikah sekarang.

sudah cukup lama tulisan ini ngandong di draft, jujur saya bingung mau mulai cerita darimana. Ide tulisan hinggap dan pergi begitu saja dari pikiran, BANYAK. tapi susah diterjemahkan menjadi sebuah kata-kata. hingga sudah genap 2 bulan saya menikah artikel ini pun belum sempat di publish, ehhehe maafkan.

baiklah, saya pun tak mau terlena dengan kemageran saya untuk tidak update blog lagi. ini sudah weekend, saya ingin menggerakkan setidaknya seminggu sekali saya bisa menyumbang satu artikel dalam blog tercinta ini, sayang banget kan kalau traffic naik tapi artikel nya jarang di-update. huhuhu.

kali ini saya akan membahas topik mengenai pernikahan, yup.

let’s talk it….

***

apa sih menikah itu?

sebelumnya sudah dijelaskan dalam satu gambar diatas yang langsung dikutip dari sumber blognya juga ya 🙂

saya sepakat dengan tulisan itu, menikah itu :

  • menyelamatkan perasaan. Iya, menyelamatkan perasaan kita dari #cintayangsalah. kalau ada yang menjadi followers nya #hijabalila, pasti paham dengan hashtag yang saya ketik diatas. Bener juga lho, karena menikah adalah ibadah, menyempurnakan separuh agama dan menyelamatkan kita dari cinta yang haram, karena melihat pasangan kita (jika sudah menikah) itu adalah pahala dan yang pasti halal. Alhamdulillah.

    cintayangsalah
    Link
  • menyelamatkan pikiran. kalau diatas tadi udah dijelasin perkara perasaan yang bahasannya jauh lebih dalam dari sekedar pikiran, so pasti dong, ketika hati sudah diselamatkan, insya Alloh pikiran pun juga terselamatkan. Karena mikirin dia sekarang pun juga udah halal dan memberikan perhatian ke dia juga pahala. *ehem ehem*
  • menyelamatkan harga diri. Bagi seorang wanita, harga diri itu letaknya adalah nomor satu. Gak mau kan, dijatuhkan hanya sama dia yang dengan label belum tentu jadi masa depan kita. Nah kalau menikah ini sudah jelas tingkatannya. Saat suami mengucapkan ijab qobul nan suci di depan wali, ikrar yang bergetar hingga ke arsy-Nya, disaksikan oleh sanak saudara dan keluarga. Harga diri istri dan suami pun terangkat dengan mahligai nan suci yang penuh ridho ini, insya Alloh.
  • memperjelas nasab dan menjaga kehormatan. sangat jelas sekali karena dengan menikah, kita bisa memperoleh keturunan yang insya Alloh sholeh dan sholeha, kehormatan pun dijaga.

slide2

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

***

Minggu pagi yang sejuk itu, perasaan saya tidak seperti biasanya. Jantung saya berdegup lebih cepat.

Saat waktu menunjukkan pukul 10:00 saya bergegas mandi dan bersiap rapih. Semua keluarga pun telah bergegas, barang bawaan, baju ganti sudah disiapkan. Pukul 11 pun kami berangkat menuju lokasi acara. Tiba disana masih ada acara siang yang terselenggara, saya pun menghubungi pihak perias untuk bertemu dan bersiap di make-up. Nanti saya jelaskan terpisah ya review mengenai masing-masing vendor yang kami gunakan dalam acara pernikahan kami. Yak! hari itu saya akan dinikahi dengan lelaki pilihan Alloh oleh om saya sendiri.

Saat itu cuaca sangat sejuk dan acara akad nikah kami pun disambut dengan rangkaian air hujan yang seolah ikut meng-aamiini prosesi sakral nan suci kami. Alhamdulillah, saya bersyukur walau hujan tetap sejuk dan semoga saat itu menjadi salah satu bagian dimana diijabahnya do’a kami dalam membangun mahligai pernikahan nan suci. Selesai ijab qobul diikrarkan oleh sang calon mempelai pria, sekejap itu pula status kami berubah menjadi sepasang suami-istri. Tak pernah bisa diungkapkan perasaan saya kala itu, deg-deg annya, haru biru nya, pertama kali merasakan tatapan indah dari suami, ahh sungguh indah :’)

Acara resepsi kami  diselenggarakan di malam hari dengan suasana yang sejuk pula. Ada kalanya rintik hujan turun, namun tetap tidak membuat niat para tamu undangan luruh untuk tidak bergegas memberikan do’a dan restunya kepada kami. Resepsi pernikahan kami yang dimulai pukul 7 hingga pukul 9 malam itu pun berlangsung dengan hikmat dan lancar. Alhamdulillah.

***

Singkat cerita perjalanan pertemuan kami.

Saya dan suami sama-sama berdomisili di jabodetabek. Saya jakarta dan beliau bekasi. Sama-sama menggali rezeki di satu payung group yang sama, dengan awal plafon karier yang sama pula, bergabung di sana pun di tahun yang sama. Akan tetapi pertemuan pertama kami yang menjadikan kami dekat dan menjadi sepasang suami-istri ini pun justru terjadi di Surabaya. Saat saya diberi kepercayaan untuk menimba ilmu sbg seorang operational shipping line di luar pekerjaan saya yang biasanya yakni sebagai seorang Human Capital.

Oleh karena itu, Surabaya menjadi kota yang penuh kesan bagi saya . Selain kota pertama kali dimana saya menginjakkan kaki pertama kali untuk belajar mandiri dan jauh dari orang tua, kota tersebut merupakan kota yang mempertemukan saya dengan seorang lelaki spesial yang menjadi suami saya. 🙂

singkat cerita, perjalanan kedekatan kami pun tak layaknya mulus seperti kisah ala-ala sinetron. diisi dengan penuh pembelajaran dan ujian untuk bisa naik kelas. Saya percaya setiap orang pasti punya cerita yang unik mengenai pengalaman pribadinya hehehe.

Sampai akhirnya di akhir tahun 2015 lalu, beliau mengutarakan keseriusannya untuk meminang saya. Lagi-lagi jangan dibayangkan macam romeo yang melamar juliet di tepi pantai, atau ala-ala romantis persinetronanan jaman sekarang. Suami saya mengutarakan niatnya itu dengan obrolan singkat tapi serius!

Saya bawa obrolan itu ke orang tua saya, ridho orang tua sudah ditangan, saat nya cuusss menjadi bridezilla yang sibuk mempersiapkan pernikahannya . . .

*** bersambung***

Advertisements

7 thoughts on “Alhamdulillah Yes, I’m Married!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s