rubrik menarik "notes from one of magazine.."

hmmm.. pertama-tama basa basi busuk dulu lah yee. maklum dah lama ga olahraga in jari gue dengan nge blog. biasa hari-hariku terlalu sibuk dengan tes masuk kerja (doakan saja semoga cepat menjadi karyawan *hopely) 
 
well, baru-baru ini (lebih tepatnya sih barusan aja) gue abis baca salah satu majalah. melangkah ke halaman-halaman awal. ada sebuah notes yang ditulis oleh salah seorang editornya. kalo dari segi judul sih kurang menarik (editor’s note) tapi setelah gue baca ternyata menurut gue sangat menarik buat kita para lulusan baru dari perguruan tinggi yang baru akan memasuki tahapan kerja. gue kasih inisial depan dari majalah itu C***C yang gue beli seharga Rp. 16,500.- di toko majalah dekat rumah gue beberapa jam lalu. hahaha.
 
well langsung aja masuk ke cerita.
hmm, mungkin lebih tepatnya biar asyik gue copy dulu kali ya! bentar!
 
“ketika masih kuliah, banyak yang pengin sekali segera lulus dan bekerja. Gagasan menjadi manusia mandiri (re :punya uang sendiri dan dapat belanja sesuka hati) umumnya menjadi salah satu alasan utama atau motivasi untuk masuk kerja. Bekerja merupakan tahapan lanjutan menuju manusia “dewasa” setelah dunia “bermain” usai. Tidak heran, banyak yang menempuh di jalur tercepat. Target utamanya ialah lulus secepat-cepatnya dan bekerja sesegera mungkin. Tapi begitu memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, ternyata banyak yang kaget, tidak sedikit pula yang setres. Ternyata pada kenyataan yang dihadapi, jauh dari apa yang telah diangankan. Macam-macam penyebabnya. ada yang mengeluhkan masalah tugas, lingkungan kerja, atasan yang kurang pengertian, teman-teman yang senioritas, jam kerja yang menyiksa, atau lain sebagainya. Mungkin persoalan terlihat sangat beragam. Padahal jika kita tarik satu benang merah yang menjadi alasan utama atas keluhan para karyawan baru itu adalah karena “kita kerap lupa dengan perbedaan antara dunia kampus dengan dunia kerja” baik dari segi kebiasaan, teman, ataupun lingkungan.
Sebagai contoh, saat kuliah dulu mungkin apabila kita telat hadir, paling-paling sanksi yang dikenakan timbang menjadi sasaran dari pelototan dosen aja, atau paling parah ya dihukum ga boleh mengikuti pelajaran di dalam kelas. tapiiiiiii, coba praktikan itu dikantor dengan atasan yang sangat concern dengan masalah waktu, udah deh imbasnya kita bakalan masuk kedalam daftar “buku dosanya”. kalo semasa kuliah, orang yang dikenal eksis adalah yang pandai bergaul, trendi dan funky abis.. kebalikannya di dunia perkariran orang yang menanjak karirnya ialah orang yang cool, sportif, interaktif dan bahkan ga sok asyik! alias ga lebay kali ya,,,”
 
kurang lebih isi notes dari majalah yang gue baca seperti itu, dengan editan juga sih.. tapi yang bikin menarik adalah disini membahas tentang perbedaan jenjang di perguruan tinggi dengan perkariran. pas banget kan sama gue yang notabennya sekarang sudah menjadi alumni (uhuk!) dan akan bekerja (amin ya Rabb). 
nah interest thing yang gw dapet disini adalah, kita sebagai kaum awam dalam dunia perkariran sebaiknya lebih berhati-hati dan mempersiapkan apa apa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi dunia kerja, supaya kita engga salah langkah.
 
udahh itu aja sih sebenernya intisari dari apa yang pingin gue ceritakan saat ini.
 
sekian ~
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s